628218425629
keiko.alkes@gmail.com
Penjualan dan Sewa Alat Kesehatan

Blog

Gambar Artikel
Kesehatan

Tanda-Tanda Tensi Darah Tidak Normal yang Wajib Diwaspadai

2026-07-23

Tensi darah atau tekanan darah adalah tekanan yang diberikan darah terhadap dinding pembuluh arteri saat dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh. Tekanan darah diukur dalam satuan milimeter air raksa (mmHg) dan terdiri dari dua angka, yaitu:


Tekanan sistolik (angka atas), yaitu tekanan saat jantung memompa darah.
Tekanan diastolik (angka bawah), yaitu tekanan saat jantung beristirahat di antara denyut.

Secara umum, tekanan darah normal pada orang dewasa berada di sekitar kurang dari 120/80 mmHg. Nilai yang terlalu tinggi atau terlalu rendah perlu mendapatkan perhatian, terutama jika disertai gejala tertentu.

Tanda-Tanda Tensi Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi sering disebut sebagai "silent killer" karena pada banyak kasus tidak menimbulkan gejala. Namun, jika tekanan darah meningkat cukup tinggi, beberapa tanda berikut dapat muncul:

Sakit kepala yang terasa berat.
Pusing atau kepala terasa melayang.
Penglihatan kabur.
Mimisan.
Nyeri dada.
Jantung berdebar.
Sesak napas.
Mudah lelah.

Pada kondisi yang sangat tinggi (krisis hipertensi), penderita dapat mengalami nyeri dada hebat, sesak napas, kebingungan, atau gangguan penglihatan yang memerlukan penanganan medis segera.

Tanda-Tanda Tensi Darah Rendah

Tensi darah rendah atau hipotensi juga dapat menimbulkan berbagai keluhan, terutama jika aliran darah ke organ tubuh berkurang. Gejala yang sering muncul meliputi:

Pusing, terutama saat berdiri.
Lemas dan mudah lelah.
Pandangan kabur.
Mual.
Kulit dingin dan pucat.
Sulit berkonsentrasi.
Jantung berdebar.
Pingsan.

Jika hipotensi terjadi secara tiba-tiba dan berat, kondisi ini dapat menyebabkan syok yang membutuhkan penanganan darurat.

Penyebab Tensi Darah Tidak Normal

Berbagai faktor dapat menyebabkan tekanan darah menjadi tidak normal, antara lain:

Penyebab Tensi Darah Tinggi
Konsumsi garam berlebihan.
Kelebihan berat badan atau obesitas.
Kurang aktivitas fisik.
Merokok.
Konsumsi alkohol berlebihan.
Stres berkepanjangan.
Riwayat hipertensi dalam keluarga.
Penyakit ginjal atau gangguan hormon tertentu.