Oksimeter: Kapan Perlu Digunakan dan Cara Membaca Hasilnya
Menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan saat tubuh mengalami keluhan, tetapi juga dengan melakukan pemantauan secara rutin. Salah satu alat kesehatan yang dapat membantu memantau kondisi tubuh adalah oksimeter atau pulse oximeter.
Alat kecil yang biasanya dipasang pada ujung jari ini dapat membantu mengukur kadar oksigen dalam darah (SpO?) dan denyut nadi (pulse rate) secara cepat dan praktis.
Apa Itu Oksimeter?
Oksimeter adalah alat kesehatan yang digunakan untuk mengukur tingkat saturasi oksigen dalam darah tanpa perlu mengambil sampel darah.
Alat ini bekerja menggunakan sensor cahaya yang melewati jaringan jari untuk memperkirakan kadar oksigen yang dibawa oleh hemoglobin dalam darah.
Hasil pengukuran biasanya menampilkan dua angka utama:
- SpO? (%) ? menunjukkan persentase kadar oksigen dalam darah.
- PR (Pulse Rate/BPM) ? menunjukkan jumlah denyut nadi per menit.
Kapan Oksimeter Perlu Digunakan?
Oksimeter dapat digunakan untuk membantu memantau kondisi kesehatan, terutama pada kondisi tertentu seperti:
1. Saat Mengalami Keluhan Pernapasan
Oksimeter dapat membantu memantau kadar oksigen ketika seseorang mengalami keluhan seperti:
- Sesak napas.
- Napas terasa berat.
- Mudah lelah.
- Rasa tidak nyaman pada pernapasan.
2. Saat Melakukan Pemantauan Kesehatan di Rumah
Bagi keluarga yang ingin rutin memantau kondisi tubuh, oksimeter dapat menjadi salah satu alat kesehatan pendukung di rumah.
3. Pada Orang dengan Kondisi Kesehatan Tertentu
Sesuai anjuran tenaga kesehatan, oksimeter dapat digunakan untuk membantu memantau kondisi pasien yang membutuhkan perhatian terhadap kadar oksigen.
4. Saat Beraktivitas di Lingkungan Tertentu
Beberapa orang menggunakan oksimeter untuk memantau perubahan kadar oksigen ketika berada di lingkungan dengan kondisi tertentu, seperti daerah dataran tinggi.
Cara Menggunakan Oksimeter dengan Benar
Agar hasil pengukuran lebih akurat, ikuti langkah berikut:
1. Pastikan Kondisi Tangan Bersih
Cuci tangan terlebih dahulu dan pastikan jari dalam kondisi hangat.
2. Istirahat Sebelum Pengukuran
Duduk dan rileks beberapa saat sebelum menggunakan alat.
3. Pasang Oksimeter pada Jari
- Jepitkan oksimeter pada ujung jari.
- Pastikan posisi jari sudah tepat.
- Jangan banyak bergerak saat alat melakukan pengukuran.
4. Tunggu Hingga Angka Stabil
Tunggu beberapa detik hingga angka SpO? dan denyut nadi muncul dengan stabil pada layar.
Cara Membaca Hasil Oksimeter
Berikut cara memahami angka yang muncul:
1. Nilai SpO? (Saturasi Oksigen)
Secara umum:
- 95%–100% ? umumnya menunjukkan kadar oksigen yang baik pada banyak orang.
- Di bawah 95% ? perlu diperhatikan dan sebaiknya dipantau kembali.
- Nilai rendah yang menetap atau disertai keluhan ? sebaiknya dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan.
Catatan: nilai normal dapat berbeda tergantung kondisi kesehatan seseorang.
2. Nilai PR (Denyut Nadi)
Angka PR menunjukkan jumlah detak jantung per menit.
Faktor yang dapat memengaruhi denyut nadi:
- Aktivitas fisik.
- Kondisi emosi.
- Usia.
- Kondisi kesehatan.
Faktor yang Bisa Membuat Hasil Kurang Akurat
Beberapa hal dapat memengaruhi hasil pembacaan oksimeter, seperti:
? Jari terlalu dingin.
? Menggunakan alat saat banyak bergerak.
? Kuku menggunakan pewarna tertentu.
? Posisi pemasangan alat kurang tepat.
? Sensor alat kotor.
Tips Merawat Oksimeter
Agar alat tetap awet:
- Bersihkan sensor setelah digunakan.
- Simpan di tempat kering.
- Hindari benturan atau jatuh.
- Ganti baterai jika daya mulai melemah.