- Usia
Seiring bertambahnya usia, pembuluh darah cenderung menjadi lebih kaku sehingga tekanan darah dapat meningkat. Oleh karena itu, orang dewasa yang lebih tua memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipertensi.
- Pola Makan
Konsumsi makanan yang tinggi garam, lemak jenuh, dan gula dapat meningkatkan tekanan darah. Sebaliknya, mengonsumsi buah, sayur, biji-bijian, dan makanan rendah garam membantu menjaga tekanan darah tetap normal.
- Aktivitas Fisik
Kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan peningkatan berat badan dan tekanan darah. Berolahraga secara rutin membantu memperkuat jantung sehingga darah dapat dipompa lebih efisien.
- Berat Badan
Kelebihan berat badan atau obesitas membuat jantung bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini dapat meningkatkan tekanan darah.
- Stres
Stres yang berkepanjangan dapat memicu pelepasan hormon yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan peningkatan tekanan darah. Mengelola stres dengan baik dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.
- Kebiasaan Merokok dan Konsumsi Alkohol
Zat kimia dalam rokok dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah. Konsumsi alkohol secara berlebihan juga dapat menyebabkan tekanan darah meningkat.
- Faktor Keturunan
Riwayat hipertensi dalam keluarga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami tekanan darah tinggi. Meskipun tidak dapat diubah, risiko tersebut dapat dikurangi dengan menerapkan gaya hidup sehat.
- Penyakit Tertentu
Beberapa penyakit, seperti diabetes, penyakit ginjal, dan gangguan hormon, dapat memengaruhi tekanan darah sehingga memerlukan penanganan medis yang tepat.