Tali pusar merupakan penghubung penting antara ibu
dan bayi selama masa kehamilan. Setelah bayi lahir, tali pusar akan dipotong
dan dijepit menggunakan klem khusus. Penggunaan klem tali pusar yang tepat dan
higienis sangat penting untuk mencegah infeksi dan memastikan proses
penyembuhan berjalan optimal. Berikut beberapa tips yang perlu diperhatikan:
1. Gunakan Klem
Steril
Pastikan klem tali pusar yang digunakan dalam
kondisi steril. Klem sekali pakai (disposable) lebih disarankan karena
meminimalkan risiko kontaminasi. Jika menggunakan alat yang dapat dipakai
ulang, pastikan sudah melalui proses sterilisasi yang sesuai.
2. Cuci Tangan
Sebelum dan Sesudah
Tenaga medis maupun orang tua harus mencuci tangan
dengan sabun dan air mengalir sebelum dan setelah menyentuh area tali pusar.
Ini adalah langkah sederhana namun sangat efektif untuk mencegah infeksi.
3. Penempatan Klem
yang Tepat
Klem biasanya dipasang sekitar 2–3 cm dari perut
bayi. Penempatan yang terlalu dekat atau terlalu jauh dapat memengaruhi proses penyembuhan
dan meningkatkan risiko komplikasi.
4. Pastikan Klem
Terpasang dengan Kuat
Klem harus menjepit tali pusar dengan cukup kuat
untuk menghentikan aliran darah, tetapi tidak berlebihan hingga merusak
jaringan. Pastikan tidak ada perdarahan setelah pemasangan.
5. Jaga Area Tetap
Kering dan Bersih
Setelah pemasangan klem, penting untuk menjaga area
tali pusar tetap kering. Hindari menutupnya dengan kain atau popok yang lembap.
Jika terkena air, segera keringkan dengan lembut.
6. Hindari
Penggunaan Bahan Tambahan
Tidak disarankan mengoleskan alkohol, bedak, atau
bahan tradisional tertentu kecuali atas anjuran tenaga medis. Perawatan kering
(dry cord care) umumnya lebih aman dan efektif.
7. Perhatikan
Tanda Infeksi
Segera konsultasikan ke tenaga kesehatan jika
muncul tanda-tanda seperti:
- Kemerahan
di sekitar pangkal tali pusar
- Bau
tidak sedap
- Keluar
cairan atau nanah
- Bayi
tampak rewel atau demam
8. Biarkan Lepas
Secara Alami
Klem dan sisa tali pusar biasanya akan mengering
dan lepas dengan sendirinya dalam waktu 5–14 hari. Jangan menarik atau
memaksanya lepas karena dapat menyebabkan perdarahan atau infeksi.
9. Gunakan Popok
dengan Posisi yang Tepat
Lipat bagian atas popok ke bawah agar tidak
menutupi atau menggesek area tali pusar. Hal ini membantu menjaga sirkulasi
udara dan mempercepat pengeringan.
10. Edukasi Orang
Tua atau Pengasuh
Pastikan semua yang merawat bayi memahami cara
merawat tali pusar dengan benar. Edukasi yang baik akan membantu mencegah
kesalahan perawatan di rumah.
Kesimpulan
Penggunaan klem tali pusar yang benar dan higienis adalah langkah penting dalam
perawatan bayi baru lahir. Dengan menjaga kebersihan, memperhatikan teknik
pemasangan, dan memantau kondisi tali pusar, risiko infeksi dapat diminimalkan
dan proses penyembuhan dapat berlangsung dengan baik.