628218425629
keiko.alkes@gmail.com
Penjualan dan Sewa Alat Kesehatan

Blog

Gambar Artikel
Kesehatan

KESALAHAN UMUM SAAT MENGGUNAKAN KLEM TALI PUSAR BAYI

2026-03-31

Klem tali pusar merupakan alat penting dalam perawatan bayi baru lahir. Fungsinya adalah menjepit tali pusar setelah dipotong untuk mencegah perdarahan dan infeksi. Meskipun terlihat sederhana, penggunaan klem tali pusar yang tidak tepat dapat menimbulkan berbagai risiko bagi kesehatan bayi. Oleh karena itu, penting bagi orang tua maupun tenaga kesehatan untuk memahami kesalahan-kesalahan umum yang sering terjadi.

1. Tidak Menjaga Kebersihan Saat Pemasangan

Salah satu kesalahan paling umum adalah tidak menjaga kebersihan tangan atau alat sebelum memasang klem. Tali pusar merupakan area yang sangat rentan terhadap infeksi. Jika klem atau tangan tidak steril, bakteri dapat dengan mudah masuk dan menyebabkan infeksi serius pada bayi.

Solusi:
Selalu cuci tangan dengan sabun dan gunakan alat yang steril sebelum menyentuh tali pusar bayi.

2. Posisi Klem yang Tidak Tepat

Klem yang dipasang terlalu dekat atau terlalu jauh dari perut bayi bisa menimbulkan masalah. Jika terlalu dekat, dapat melukai kulit bayi. Jika terlalu jauh, risiko perdarahan bisa meningkat.

Solusi:
Pasang klem sekitar 2–3 cm dari pangkal tali pusar bayi sesuai anjuran medis.

3. Tidak Mengunci Klem dengan Benar

Klem yang tidak terkunci sempurna dapat terbuka dan menyebabkan perdarahan. Hal ini sering terjadi karena kurangnya perhatian saat pemasangan.

Solusi:
Pastikan klem terkunci dengan kuat dan tidak mudah lepas sebelum selesai digunakan.

4. Terlalu Sering Menyentuh atau Memainkan Klem

Beberapa orang tua tanpa sadar sering menyentuh atau memainkan klem tali pusar karena rasa khawatir. Tindakan ini justru meningkatkan risiko kontaminasi bakteri.

Solusi:
Biarkan klem tetap pada posisinya dan hindari menyentuhnya kecuali saat membersihkan sesuai anjuran.

5. Tidak Memperhatikan Tanda-Tanda Infeksi

Kesalahan lain adalah mengabaikan tanda-tanda infeksi seperti kemerahan, bau tidak sedap, atau keluarnya cairan dari area tali pusar.

Solusi:
Segera konsultasikan ke tenaga medis jika muncul tanda-tanda tersebut.

6. Melepas Klem Terlalu Cepat

Beberapa orang tua terburu-buru melepas klem sebelum waktunya. Padahal, klem biasanya akan lepas dengan sendirinya setelah tali pusar mengering.

Solusi:
Biarkan proses alami berlangsung dan ikuti petunjuk tenaga kesehatan mengenai waktu pelepasan.

7. Tidak Menjaga Area Tetap Kering

Kelembapan di sekitar tali pusar dapat memperlambat proses pengeringan dan meningkatkan risiko infeksi.

Solusi:
Pastikan area tali pusar tetap kering, terutama setelah mandi. Gunakan kain bersih untuk mengeringkannya dengan lembut.

Kesimpulan

Penggunaan klem tali pusar yang benar sangat penting untuk menjaga kesehatan bayi baru lahir. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan umum di atas, risiko infeksi dan komplikasi dapat diminimalkan. Jika ragu atau menemukan kondisi yang tidak normal, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis.

Kategori

Artikel Terbaru