628218425629
keiko.alkes@gmail.com
Penjualan dan Sewa Alat Kesehatan

Blog

Gambar Artikel
Khusus

CARA CEK pH TANAH SENDIRI DENGAN KERTAS INDIKATOR

2025-08-13

Mengetahui tingkat keasaman atau kebasaan tanah sangat penting bagi siapa pun yang berkecimpung di dunia pertanian, perkebunan, atau sekadar hobi bercocok tanam. Salah satu cara paling mudah dan murah untuk mengeceknya adalah menggunakan kertas indikator pH (kertas lakmus universal). Artikel ini akan memandu kamu langkah demi langkah cara cek pH tanah sendiri di rumah, tanpa perlu alat laboratorium yang mahal.

Mengapa pH Tanah Penting?

pH tanah memengaruhi:

  • Ketersediaan unsur hara bagi tanaman

  • Aktivitas mikroorganisme di dalam tanah

  • Kesehatan dan pertumbuhan tanaman

Umumnya:

  • pH < 5,5  Tanah terlalu asam, bisa menghambat penyerapan nutrisi.

  • pH 6–7  Ideal untuk sebagian besar tanaman hortikultura.

  • pH > 7,5  Tanah basa/alkali, bisa mengganggu keseimbangan nutrisi.

Alat dan Bahan yang Dibutuhkan

Untuk melakukan pengecekan pH tanah sendiri, siapkan:

  • Kertas indikator pH (skala 0–14)

  • Air suling (air murni, tidak mengandung mineral)

  • Wadah plastik atau gelas bening

  • Sendok atau alat pengaduk

  • Saringan halus atau kain kasa

  • Sampel tanah (dari kebun, pot, atau lahan yang akan ditanam)

Langkah-Langkah Mengecek pH Tanah dengan Kertas Indikator

1. Ambil Sampel Tanah

Ambil sekitar 1 gelas kecil tanah dari lokasi yang ingin diuji. Pilih tanah dari kedalaman sekitar 5–10 cm, karena ini adalah lapisan akar aktif tanaman.

2. Campurkan dengan Air Suling

Masukkan tanah ke dalam wadah, lalu tambahkan air suling dengan perbandingan 1:1 (contoh: 50 ml tanah dan 50 ml air suling).

3. Aduk dan Diamkan

Aduk campuran hingga merata, lalu diamkan selama 10–15 menit agar partikel halus larut dalam air.

4. Saring Larutan

Saring campuran menggunakan kain kasa atau kertas saring untuk mendapatkan air ekstrak tanah. Inilah cairan yang akan diuji pH-nya.

5. Celupkan Kertas Indikator

Ambil selembar kertas indikator pH, celupkan ke dalam air ekstrak tanah selama 1–2 detik, lalu angkat dan tunggu perubahan warna.

6. Cocokkan Warna dengan Skala

Bandingkan warna kertas dengan skala warna pH yang biasanya tersedia di kemasan. Ini akan menunjukkan pH tanah kamu.

Contoh Hasil Pembacaan

Warna Kertas

Perkiraan pH

Kondisi Tanah

Merah tua

4-5

Sangat asam (perlu pengapuran)

Oranye -kuning

5,5 - 6,5

Cukup asam (Masih bisa ditanam)

Hijau

6,5 - 7,5

Netral (ideal untuk sebagian besar tanaman)

Biru

> 8

Basa (Kurangi kapur, tambahkan bahan organik asam)

Tips Tambahan

  • Uji di beberapa titik berbeda jika area tanah cukup luas, lalu ambil nilai rata-rata.

  • Lakukan uji pH secara berkala (misalnya setiap 3–6 bulan) untuk memantau kondisi tanah.

  • Jika tidak punya air suling, kamu bisa gunakan air hujan yang baru ditampung, karena lebih murni dibanding air ledeng.

Solusi Jika pH Tidak Sesuai

Kondisi Tanah

Solusi

Terlalu asam

Tambahkan kapur pertanian (dolomit)

Terlalu basa

Tambahkan pupuk kandang, kompos, sulfur

Netral

Pertahankan dengan pemupukan seimbang

Kesimpulan

Mengecek pH tanah sendiri dengan kertas indikator pH adalah cara mudah, cepat, dan murah untuk memahami kondisi lahan tanam kamu. Dengan pemahaman ini, kamu bisa menentukan langkah selanjutnya untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman, memperbaiki kesuburan tanah, dan meraih hasil panen yang lebih baik.

Kategori

Artikel Terbaru